Buku ini berjudul Manajemen Homestay Berbasis Komunitas, sebuah karya monograf yang mengulas secara komprehensif dan mendalam bagaimana homestay dapat dikelola dan dikembangkan oleh komunitas lokal sebagai motor penggerak pariwisata berkelanjutan. Melalui pendekatan Community-Based Tourism (CBT), buku ini menggambarkan peran strategis masyarakat dalam setiap tahapan pengelolaan homestay—mulai dari perencanaan, manajemen, promosi, hingga evaluasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Disusun dalam sepuluh bab yang saling berkaitan, buku ini menjelaskan konsep dasar homestay dalam konteks kepariwisataan, membandingkan karakteristiknya dengan akomodasi komersial lainnya, serta menampilkan model-model pengelolaan yang berhasil diterapkan di berbagai desa wisata di Indonesia, seperti Nglanggeran, Penglipuran, dan Baduy. Penulis menyajikan analisis tajam mengenai pentingnya tata kelola komunitas, partisipasi aktif warga, serta kolaborasi dengan pemerintah dan pihak eksternal.
Tidak hanya itu, buku ini juga membahas strategi pemasaran digital, pelatihan dan standarisasi layanan, serta tantangan-tantangan aktual yang dihadapi dalam pengembangan homestay berbasis komunitas di tengah era digitalisasi dan tren pariwisata hijau. Dilengkapi dengan studi kasus lapangan, refleksi praktis, dan rekomendasi strategis, buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, mahasiswa, pelaku pariwisata, pengelola desa wisata, lembaga pendamping, hingga pembuat kebijakan yang ingin memahami dan mengembangkan homestay sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.