Warisan Pesantren: Tradisi, Jejaring dan Sanad Keilmuan Pesantren
Penulis: Dr. H. Ngarifin Shidiq, M. Pd.I, Amirudin, M. Ag dan Edi Rohani, M. Pd.I.
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp. 100.000,-
Ukuran : 16 x 24 cm
Jumlah Halaman : xvii + 378 Hal
Ketebalan Buku : 25 cm
ISBN : on proses
Penerbit: UNSIQ PRESS
Deskripsi Buku :
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam asli Nusantara (indigenous) yang tumbuh dari rahim masyarakat dan berkembang bersama denyut kehidupan masyarakat pedesaan serta mampu bertahan melewati berbagai perubahan zaman. Di dalamnya menyatu tradisi belajar yang ketat namun penuh keikhlasan, jejaring ulama yang bersambung hingga abad-abad awal Islam, dan nilai-nilai spiritual yang membentuk karakter bangsa. Pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama (tafaqqub fiddin), melainkan pusat peradaban yang melahirkan ulama, pendidik, pemimpin sosial, serta penjaga moral masyarakat. Keunikan pesantren terletak pada kemampuannya mengintegrasikan ilmu, akhlak, tradisi, sekaligus kearifan lokal. Dari ruang ngaji di malam hari, dari pembelajaran kitab kuning (al-kutub al-muqarrarab) yang dikaji dengan metode sorogan dan bandongan, dari disiplin hidup di bawah bimbingan kiai dan nyai-pesantren membangun manusia yang berilmu, beradab, dan siap mengabdi di tengah-tengah masyarakat. Karena itulah tradisi pesantren bukan hanya tua secara usia, memiliki kekokohan tradisi, fleksibilitas dalam menghadapi zaman, dan ketulusan dalam menanamkan nilai-nilai akblaqui karimah.
Buku Warisan Pesantren: Tradisi, Jejaring dan Sanad Keilmuan Pesantren ini mengulas secara komprehensif kekayaan tradisi keilmuan tersebut. Dengan pendekatan historis, sosiologis, dan pedagogis, buku ini menggambarkan bagaimana pesantren menjaga beragam disiplin ilmu-mulai dari Al-Qur’an, hadis, tafsir, fikih, nahwu, sharaf, balaghah, falak, hingga manthiq dan ‘arudb-serta bagaimana tradisi sanad memastikan setiap ilmu tersampaikan secara otentik dari guru ke murid. Pembacaan mendalam terhadap praktik pendidikan empat etape ala Nabi-tilawab, tazkiyah, ta’lim al-kitab, dan hikmab-menegaskan bahwa pesantren bukan hanya mengajarkan teks, tetapi membentuk jiwa dan karakter. Lebih jauh, buku ini menyoroti fungsi pesantren sebagai lembaga peradaban: tempat masyarakat bertanya, bernaung, dan menemukan tuntunan moral. Pesantren dipotret sebagai benteng nilai dan penjaga keberlanjutan tradisi Islam Nusantara, sekaligus sebagai institusi yang terus bertransformasi tanpa kehilangan akarnya.
Buku Warisan Pesantren adalah bacaan penting bagi santri, akademisi, dan pemerhati pendidikan Islam yang ingin memahami rahasia ketangguhan pesantren serta perannya dalam membentuk wajah keislaman di Indonesia.
