Expo dan Penganugerahan Pengabdian Terbaik Warnai Penutupan KPM ke-53 UNSIQ di Kabupaten Banjarnegara
BANJARNEGARA – Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menyelenggarakan Closing Ceremony Expo dan Penganugerahan Pengabdian Masyarakat Terbaik Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ke-53 pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Pendopo Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini menjadi momentum penutupan sekaligus bentuk apresiasi atas pelaksanaan program pengabdian mahasiswa UNSIQ selama 40 hari di sejumlah wilayah penempatan di Kabupaten Banjarnegara.
Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa KPM ke-53 yang melaksanakan pengabdian di Kabupaten Banjarnegara dan mahasiswa KPM ke-53 kelas wilayah, pimpinan UNSIQ, Badan Pelaksana KPM, para kepala desa, camat dari wilayah penempatan KPM, serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjarnegara. Kehadiran berbagai unsur perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah dalam mendorong pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
Pelaksanaan KPM ke-53 merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi akademik secara langsung dalam kehidupan masyarakat. Selama 40 hari, mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat di desa penempatan melalui berbagai program dan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, serta kondisi lingkungan setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Pelaksana KPM (BPKPM), Dr. Yusuf Amin N., M.Pd.I., menyampaikan laporan pelaksanaan KPM ke-53. Laporan tersebut memuat gambaran umum pelaksanaan kegiatan selama 40 hari, proses pendampingan mahasiswa, serta berbagai capaian program pengabdian yang telah dilaksanakan di wilayah penempatan. Penyampaian laporan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban penyelenggara sekaligus dokumentasi atas proses dan hasil pelaksanaan KPM.
Selanjutnya, perwakilan mahasiswa KPM ke-53 menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dari perspektif peserta. Dalam penyampaiannya, mahasiswa memaparkan berbagai program yang telah dijalankan selama berada di tengah masyarakat. Laporan mahasiswa menjadi representasi pengalaman pengabdian, proses kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta hasil kegiatan yang telah diupayakan selama masa penempatan. Sesi ini juga menjadi ruang refleksi terhadap pelaksanaan program, termasuk pengalaman mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan dan mengembangkan solusi berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah prosesi penarikan mahasiswa KPM ke-53 oleh Rektor UNSIQ. Prosesi ini menandai berakhirnya masa penugasan dan pengabdian mahasiswa di wilayah Kabupaten Banjarnegara setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan selama 40 hari. Penarikan tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa mahasiswa telah menuntaskan salah satu bentuk pembelajaran kontekstual di luar lingkungan kampus melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pada rangkaian berikutnya, Bapperida Kabupaten Banjarnegara menyerahkan kembali mahasiswa kepada pihak UNSIQ. Prosesi penyerahan ini menjadi simbol berakhirnya kerja sama pelaksanaan KPM antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam rangka mendukung kegiatan pengabdian masyarakat. Kolaborasi tersebut mencerminkan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pelaksanaan program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan KPM terbaik sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada mahasiswa maupun kelompok KPM atas dedikasi, kreativitas, inovasi, serta kontribusi selama menjalankan pengabdian. Penganugerahan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri, meningkatkan kualitas program pengabdian, serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain sebagai bentuk penghargaan, agenda ini juga menjadi sarana untuk mendorong budaya kompetitif yang positif dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada seremoni penutupan dan pemberian penghargaan, kegiatan ini juga menghadirkan expo produk KPM. Expo tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan berbagai produk, hasil kreativitas, inovasi, dan potensi unggulan yang dikembangkan selama menjalankan program pengabdian di desa penempatan. Melalui kegiatan expo, hasil kerja mahasiswa dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada pimpinan universitas, pemerintah daerah, perangkat wilayah, dan para tamu undangan.
Penyelenggaraan expo juga memiliki nilai strategis karena menjadi sarana publikasi dan diseminasi hasil pengabdian mahasiswa. Berbagai produk dan inovasi yang ditampilkan menunjukkan bahwa kegiatan KPM tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan karya dan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, hasil pengabdian diharapkan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Closing Ceremony Expo dan Penganugerahan Pengabdian Masyarakat Terbaik KPM ke-53, LP3M UNSIQ menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi dan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam mendukung keberhasilan program KPM.
Berakhirnya kegiatan KPM ke-53 di Kabupaten Banjarnegara diharapkan tidak hanya menjadi penutup rangkaian pengabdian selama 40 hari, tetapi juga menjadi awal bagi keberlanjutan hubungan kemitraan antara UNSIQ dan pemerintah daerah. Pengalaman, pengetahuan, inovasi, serta berbagai hasil kegiatan yang telah dihasilkan mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepekaan sosial, tanggung jawab, serta kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata.



